Puisi pribadi
Sebuah Makna Drishtimu seakan menenggelamkan jiwa Tak pernah ada rasa ragu di dalamnya Dalam tamas malam yang sunyi Ku eja namamu, bersama tara yang bertebaran di cakrawala Pranaku . . . Hastagrahanmu kan slalu terasa abadi dalam atmaku Tak pernah terpikir dalam benakku Kan ada pratirupa dari dirimu Kesempurnaan yang kau miliki Buatku terfokus padamu seorang Pranaku . . . Selagi memuja, Ku bertanya pada sang tara Bisakah kita abadi? Layaknya bayangmu dalam hidrayaku Pranaku . . . Bila esok bumi tiada Kan ku kirim prema tak terhingga padamu