Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Narasi

  Kaca Pecah dan Abu Menghilang  ㅤㅤH ujan badai sore itu membuat keadaan sekitar menggelap. Badai tertunduk lesu. Setiap langkah hanya hening yang menyambut. Ia ingin seperti angin yang selalu dinanti kehadirannya Panas yang dibutuhkan kehadirannya. Serta hujan yang disambut kemunculannya. Badai bertanya-tanya, mengapa kehadirannya selalu membuat makhluk di sekitar menjerit sembari berlari tak tentu arah. Badai bukanlah monster apalagi iblis. Dia adalah Badai, hanya Badai yang ingin sekali memiliki seorang teman. ㅤㅤDiterpa gemuruh hati, Badai tak lagi utuh. Sosoknya menatap sang cakrawala sembari bergumam lirih.  ㅤㅤ"Untuk Sang Pencipta di atas sana, izinkan Badai-Mu yang malang ini bertanya pada-Mu. Tidakkah Engkau terpikir untuk mengirim satu saja sosok yang dapat menemaniku di sini?" lirihnya sembari menghembus napas lelah, "Mau bersama hujan, angin, maupun panas, tak ada satupun yang datang menyambut. Sehina itukah diriku?" ujarnya sembari menggeram marah. Petir-...