Postingan

Narasi

  Kaca Pecah dan Abu Menghilang  ㅤㅤH ujan badai sore itu membuat keadaan sekitar menggelap. Badai tertunduk lesu. Setiap langkah hanya hening yang menyambut. Ia ingin seperti angin yang selalu dinanti kehadirannya Panas yang dibutuhkan kehadirannya. Serta hujan yang disambut kemunculannya. Badai bertanya-tanya, mengapa kehadirannya selalu membuat makhluk di sekitar menjerit sembari berlari tak tentu arah. Badai bukanlah monster apalagi iblis. Dia adalah Badai, hanya Badai yang ingin sekali memiliki seorang teman. ㅤㅤDiterpa gemuruh hati, Badai tak lagi utuh. Sosoknya menatap sang cakrawala sembari bergumam lirih.  ㅤㅤ"Untuk Sang Pencipta di atas sana, izinkan Badai-Mu yang malang ini bertanya pada-Mu. Tidakkah Engkau terpikir untuk mengirim satu saja sosok yang dapat menemaniku di sini?" lirihnya sembari menghembus napas lelah, "Mau bersama hujan, angin, maupun panas, tak ada satupun yang datang menyambut. Sehina itukah diriku?" ujarnya sembari menggeram marah. Petir-...

SYAIR

Gambar
Syair Rabiah Al Adawiyah Wahai jiwa, berapa lama engkau tertidur?  Sampai kapan engkau akan tertidur?  Engkau terlalu nyenyak tidur,  Akankah engkau tertidur Bangkitlah jiwa dari lena yang memabukkan mu, Dunia tak kekal untuk selamanya meninabobokan mu, Waktu terus berjalan tanpa pernah menunggu mu, Sebelum penyesalan datang dan membelenggu mu. TEMA — Peringatan terhadap manusia yang lalai akan tugasnya. ISI —  Teguran kepada jiwa manusia yang lalai dan tertidur" dari kesadaran spiritual hingga lupa akan kematian dan hari kebangkitan. MAKNA — Syair ini sebagai peringatan keras bahwa jika manusia terus lalai, ia tidak akan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri kecuali setelah setelah kematian, ketika penyesalan tidak lagi berguna. AMANAT —  Manusia harus menyadarkan jiwanya dan memperbaiki diri sebelum kematian datang, karena setelah itu penyesalan tidak berguna. NILAI-NILAI —  1. Nilai religius : Mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat, kematian, d...

PANTUN

 1. B urung terbang menghampiri cakrawala,       Bersenandung riang dengan binar mata.       Janganlah engkau merasa merana,      Hidup tenang tanda bahagia. 2.  C uaca panas membuat dahaga,        Menyeruput es sembari bercanda.       Menatap rupa sosoknya,       Bergetar hati merasa terpana. 3.  K ucing mengeong meminta makan,       Merasa lapar sedari pagi.      Jika kamu hanya penasaran,      Janganlah kamu bermain hati. 4.  K ipas berputar menghasilkan angin,       Sejuk di badan, menghilangkan gerah.       Kenangan lama masih kuingin,       Meski hati ini telah lelah.  5. A ngin berhembus, langit menggelap,      Rintik turun dengan cepat.      Jika tak ingin masa depan gelap,      Belajarlah dengan gi...

TEKS LAPORAN

  Laporan Hasil Observasi Penggunaan Media Sosial oleh Siswa SMA    Kehidupan manusia saat ini tidak pernah terlepas dari media sosial. Media sosial ataupun kerap disebut medsos adalah suatu platform digital yang menyediakan berbagai kemudahan yang dapat diakses dengan mudah. Baik kalangan tua maupun muda pasti memanfaatkan fitur-fitur di dalamnya, khususnya untuk para siswa jenjang Sekolah Menengah Atas SMA).    Menurut data dari goodstats.id dijelaskan bahwa 60% anak sekolah mengakses internet untuk menggunakan media sosial. Selain itu, berdasarkan laporan Statistik Pendidikan 2024 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) , menyebutkan bahwa anak sekolah mengakses media sosial untuk mencari berita maupun informasi sebanyak 61,65%, untuk pembelajaran daring sebanyak 27,53%, dan untuk mencari suatu barang/jasa sebanyak 16,42%. Platform media sosial yang sering digunakan yaitu, WhatsApp pada urutan pertama, Instagram pada urutan ke dua, dan Facebook sebagai urutan ke ...

Puisi pribadi

Sebuah Makna Drishtimu seakan menenggelamkan jiwa Tak pernah ada rasa ragu di dalamnya  Dalam tamas malam yang sunyi Ku eja namamu,   bersama tara yang bertebaran di cakrawala  Pranaku . . . Hastagrahanmu kan slalu terasa abadi dalam atmaku Tak pernah terpikir dalam benakku  Kan ada pratirupa dari dirimu Kesempurnaan yang kau miliki   Buatku terfokus padamu seorang Pranaku . . . Selagi memuja, Ku bertanya pada sang tara Bisakah kita abadi? Layaknya bayangmu dalam hidrayaku Pranaku . . . Bila esok bumi tiada Kan ku kirim prema tak terhingga padamu

TUGAS MENULIS PUISI

Avasa Di bawah pendar rembulan yang menteram Sadana itu saling beradu mencari sang pemenang Menjulang tinggi, terasa angkuh saat nayana memandang Sandara bukanlah hal yang asing lagi Semua orang pun tahu Seberapa ketat persaingan antara mereka Walaupun begitu bukankah mereka tetap sama? Hanya sebuah atithisala yang menyuguhkan pengalaman yang sama ————— #Puisi Pribadi https://lesyeuxdlaveenie.blogspot.com/2025/02/puisi-pribadi.html

Review Cerpen

JUDUL RESENSI= Langkah Terakhir Shinta IDENTITAS BUKU= Karya dari Rangga Fransyeska Mahaputra yang bertema perjuangan, keteguhan hati, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup. Dalam cerita ini memiliki 887 jumlah kata dan karakter 6009.  SINOPSIS ISI BUKU= Kisah penuh emosi tentang seorang gadis muda bernama Shinta yang nekat menerobos hujan deras demi menemui ibunya yang tengah sakit parah. Namun, takdir berkata lain. Perjalanan pulang membawa tragedi saat sebuah pohon tumbang menimpa dirinya, membuat kakinya remuk. Ketika bangun di rumah sakit, Shinta harus menerima kenyataan pahit bahwa kondisi ibunya semakin kritis. Segala doa dan harapan Shinta tak cukup untuk mencegah kepergian ibunya. Dengan hati yang hancur, Shinta harus menghadapi kenyataan kehilangan kedua orang tuanya di usia muda, tetapi ia berusaha mencari makna di balik setiap ujian yang menimpanya. KEUNGGULAN BUKU= Memiliki alur yang menyentuh hati pembacanya dan mengajarkan pembaca tentang ketabahan dan cara be...